Website Resmi
Desa Banjar Sari
Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik - Jawa Timur
admin | 26 Agustus 2016 | 984 Kali dibuka
Artikel
admin
26 Agustus 2016
984 Kali dibuka
Untuk menyingkap sejarah siapa sebenarnya Mbah Raden Rahwono atau Mbah Syurgi yang menjadi pelaku Babat Alas desa Banjarsari Kec. Manyar Kab.Gresik. Maka kami perlu mengumpulkan data dari berbagai sumber.
Selama ini masyarakat hanya mendengan cerita dari lisan ke lisan, karena tidak ditemukan PAKEM atau catatan tertulis. Oleh karena itu dari cerita beberapa nara sumber kami peroleh 3 versi tentang Asal-Usul Mbah Raden Rahwono atau Buyut Surgi:
- Versi pertama : Bahwa Raden Rahwono Buyut Surgi adalah berasal dari KULON ( Jawa Barat ) yang masih ada hubungan kekerabatan dengan Pangeran Panjulu.
- Versi kedua: Bahwa Raden Rahwono Buyut Surgi adalah panglima perang kerajaan Mataran Islam.( KH. Zainul Arifin )
- Versi ketiga: Bahwa Raden Rahwono Buyut Surgi adalah seorang panglima perang dari Kerajaan Banjarmasin ( Kalimantan ).( KH. Ustman Al-Ishaqi - KH.ALI Erfan – Ust.farid Murtaji Erfan )
Dari beberapa versi yang kami beroleh, maka versi ketiga-lah yang paling kuat dan disepakati.
Dari sinilah kami mencoba merangkumnya sebagai bahan analisa dan kekayaan sejarah bagi generasi muda khususnya warga Desa Banjarsari Manyar Gresik.
Berkut ini ceritanya ….. :
- Mengadu Kesaktian
Diceritakan bahwa : Konon di tanah seberang (Sekarang Kalimantan) tersebutlah seorang Panglima Perang kerajaan Banjar yang gagah perkasa. Telah banyak pengalaman perang yang dialami dan berhasil sukses dalam rangka mmperluas kerajaannya.
Suatu ketika ia mendengar bahwa di Tanah Jawa Dwipa ( P.Jawa ) ada seorang yang sakti mandra guna, yang dikenal dengan nama Prabu Satmata/Raden Paku/Sunan Giri yang tinggal di bukit Giri. Kesaktiannya terkenal kemana-mana. Banyak tokoh sakti yang takluk kepadnya.
Setelah mendengar berita tersebut, hatinya menjadi panas. Jiwanya amarahnya berkobar-kobar. Maka ia bermaksud datang ke tanah Jawa dengan satu tujuan yaitu ingin mengadu kesaktian dengannya.
- Berlayar Menuju Tanah Jawa
Ketika persiapan dan perbekalan sudah cukup, berangkatlah Panglima Kerajaan Banjar beserta beberapa prajurit dengan kapal perangnya mereka menyeberangi Laut Jawa. Mereka bergerak menuju P.Jawa dengan semangat kemarahan yang bergejolak.
Para nahkoda dan awak kapalnya diperintahkan untuk mengendalikan kemudi dengan cepat agar sampai di tempat tujuan. Kapalpun melaju menyibak riak gelombang dan ombak yang bergulung menyeberang lautan lepas. Namun sesampai di tengah laut kapal yang ditumpangi hanya berputar-putar ditempatnya. Kapal yang gagah itu tidak mampu mendekat ke pesisir P.jawa. Bahkan Sang nahkoda dan anak buah kapal telah berjuang mati-matian untuk mengarahkan kapal ke tanah jawa, tetapi tidak membawa hasil. Berhari-hari kapal itu terombang-ambing di tengah laut, hingga para prajurit kehabisan bahan makanan .
Peristiwa aneh yang dialami, membuat Panglima Banjar sadar, bahwa kejadian tersebut adalah bukti kesaktian Sunan Giri/Prabu Satmata. Ilmu kesaktian yang dimiliki tidak ada apa-apanya dibanding ilmu Prabu Satmata/Raden Paku/Sunan Giri. Hal ini terbukti :
- kapalnya tidak bisa sampai di Tanah Jawa
- Pangeran Banjar tidak bisa berbuat apa-apa ( Takluk sebelum bertanding )
Akhirnya ia merubah niatnya dengan berkata,” Tujuan saya semula datang ke tanah Jawa ingin mengadu kesaktian dengan Prabu Satmata. Tetapi belum bertemu dengan orangnya saja, saya sudah kalah. Apalagi kalau jadi adu kesaktian. Saya Mengaku kalah. Sekarang saya datang berniat BERGURU kepadanya.”
Tidak lama kemudian, tiba-tiba muncullah puluhan KEPITING besar mengelilingi kapal. Para prajurit sempat ketakutan dan hawatir jangan-jangan kepiting itu akan mengoyak-ngoyak kapal dan menenggelamkannya. Namun ternyata dugaan mereka salah. Justru kepiting-kepiting ajaib itu mendorong kapal bergerak menuju ke pesisir tanah Jawa. Maka bergembiralah mereka dan sampai di Tanah Jawa dengan selamat berkat pertolongan kepiting.
- Berguru kepada Sunan Giri
Setibanya di pedepokan Giri, Pangeran Banjar beserta para perajuritnya dibuat heran. Kedatangan mereka disambut oleh orang berjubah putih yang wajahnya memancarkan cahaya kebenaran dan kedamaian. Sunan Giri tersenyum ramah. Sebaliknya, Panglima Banjar tunduk dan tersipu malu. Selain itu Sunan Giri telah menyiapkan segalanya dengan baik dan sempurna, dari jamuan makan dan tempat istirahat. Maka Panglima Banjar semakin yakin bahwa Sunan Giri adalah orang yang sakti mandra guna, weruh sakdurunge winarah (sudah tahu sebelum terjadi).
Sejak itulah Panglima Banjar dan para prajuritnya resmi menjadi santri dari Sunan Giri. (Tidak diketahui dengan jelas berapa lama merka berguru.)
Pada suatu hari Pangeran Banjar dipanggil oleh Sunan Giri:
Giri : Sudah bertahun-tahun kamu berlajar disini, maka kini saatnya kamu turun gunung mengamalkan ilmumu.
P.Banjar : Sendiko dawuh,Kanjeng Sunan.
S.Giri :Berangkatlah dan menetaplah di desa Banjarsari, ajaklah beberapa orang santri yang akan membantu berdakwah
P.Banjar : Dimanakah desa Banjarsari itu,Kanjeng Sunan.
Giri : Berjalanlah kearah barat.
P.Banjar : Injih, nyuwon pangestu.
Barangkatlah Pangeran Banjar menuju desa Banjarsari (Cerme). Kemudian beliau tinggal dan menetap di sana untuk berdakwah dalam waktu beberpa lama.
Pada suatu hari, timbullah keraguan P.Banjar. Benarkah desa ini yang dimaksud Kanjeng Sunan Giri. Maka untuk mencari jawaban itu, kembalilah beliau menghadap Sunan Giri.
Banjar : Guru, benarkah desa yang kami tempati itu sesuai dengan maksud Guru ?
S.Giri : Bukan. Desa yang saya maksud adalah Desa Banjarsari yang berbatasan dengan desa SUCI.
Banjar : Mafkan kami,Guru.
S.Giri : Sudahlah, tidak apa-apa
Sekembalinya dari Sunan Giri ,beliau berangkat menuju Desa Banjarsari ( Manyar), dan tepat di perbatasan desa Suci, beliau tinggal dan menetap disana untuk berdakwah sampai akhir hayatnya.
Kirim Komentar
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
1366
Populasi
1317
Populasi
0
Populasi
2683
1366
LAKI-LAKI
1317
PEREMPUAN
0
BELUM MENGISI
2683
TOTAL
Aparatur Desa
Pj. Kepala Desa
RIYADI, S.Sos
Sekretaris Desa
SYAFI'UDDIN AL GHOZI, S.E, M.Pd
Kaur TU & Umum
FARIDATUL KHOIRIYAH,SH
Kaur Keuangan
TITIK HANDAYANI, S.Pd
Kaur Perencanaan
SULKHANAH, S.Pd
Kasi Pemerintahan
A. TAUFIQ, M.Pd
Kasi. Kesejahteraan
MASROCHUL ATHO'I, M.Pd
Kasi Pelayanan
HANDHIKA GITA ATMAJA
Kepala Dusun
MUHAMMAD HIFNI SYAROFI
Desa Banjar Sari
Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Menu Kategori
Arsip Artikel
312 Kali dibuka
Video Potensi Desa Banjarsari...
302 Kali dibuka
KKN Hari Pertama di Desa Banjarsari...
286 Kali dibuka
Bekerjasama dengan POSBINDU, KKN UNIGRES 2022 Gelar Senam Bersama...
285 Kali dibuka
Ajarkan Budaya Hidup Sehat dan Hemat Sejak Dini Agar Terbiasa...
107 Kali dibuka
Pelantikan Direktur BUMDes Banjarsari Makmur periode 2026 - 2031...

Komentar yang terbit pada artikel "Sejarah Desa Banjarsari"